Kalender Jawa untuk Pemula: Cara Membaca dan Memahaminya

β€’
jawapasaranwetonbudaya
Kalender Jawa untuk Pemula: Cara Membaca dan Memahaminya
Sumber: Ensiklopedia Budaya - Kalender Jawa β†’ Lihat Sumber

Kalender Jawa sering terlihat rumit karena memiliki lapisan sistem yang berbeda dari kalender Masehi. Panduan pemula ini membantu Anda membaca weton, pasaran, dan neptu tanpa bingung.

Ringkasan

  • Weton = gabungan hari (7) dan pasaran (5), misalnya Kamis Kliwon.
  • Pasaran berputar: Legi–Pahing–Pon–Wage–Kliwon; kombinasi penuh berulang tiap 35 hari.
  • Setiap hari dan pasaran punya neptu yang dijumlahkan untuk perhitungan tradisional.
  • Contoh: 20 Agustus 2026 = Kamis Kliwon (neptu 14).
  • Cek weton otomatis di Cek Weton.

Dua Lapis Hari: Saptawara dan Pasaran

Kalender Jawa menggabungkan dua siklus:

  1. Saptawara β€” 7 hari seperti Masehi: Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu.
  2. Pasaran β€” 5 hari berputar: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon.

Weton adalah sebutan untuk kombinasi keduanya. Misalnya "Kamis Kliwon" berarti hari Kamis bertemu pasaran Kliwon.

Nilai Neptu Hari dan Pasaran

Untuk keperluan tradisional (seperti menentukan hari baik), setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu:

Hari Neptu Pasaran Neptu
Ahad 5 Legi 5
Senin 3 Pahing 9
Selasa 7 Pon 7
Rabu 8 Wage 4
Kamis 6 Kliwon 8
Jumat 4
Sabtu 9

Jumlah neptu weton = neptu hari + neptu pasaran. Contoh: Kamis Kliwon = 6 + 8 = 14.

Siklus Selapan (35 Hari)

Karena 7 dan 5 saling prima, kombinasi hari dan pasaran baru berulang setelah 7 Γ— 5 = 35 hari. Periode 35 hari ini disebut selapan dan menjadi dasar penanggalan ritual dalam budaya Jawa.

Cara Membaca Kalender Jawa

Kalender dinding umumnya menampilkan dua baris: nama hari (Masehi) dan pasaran (Jawa). Cara membacanya:

  1. Lihat tanggal yang sama seperti membaca kalender biasa.
  2. Di bawah atau di sampingnya, baca pasaran hari itu.
  3. Gabungkan keduanya menjadi weton: "Senin Pahing", "Kamis Kliwon", dan seterusnya.

Pada 2026, beberapa tanggal populer misalnya: 17 Agustus = Senin Pahing, 20 Agustus = Kamis Kliwon, dan 25 Desember = Jumat Pahing.

Kesimpulan

Kalender Jawa tidak serumit yang terlihat: gabungkan hari saptawara dengan pasaran, lalu gunakan neptu untuk perhitungan tradisional. Mulailah dari weton Anda sendiri β€” cek gratis di Cek Weton, atau pelajari lebih dalam di artikel Sistem Kalender Jawa dan Pasaran.

Referensi: Wikipedia - Javanese calendar dan Encyclopaedia Britannica - Javanese calendar.